Resume buku Ilmu Komunikasi Islam (Bab I)
Nabilah Khairunnisa Rizal
11631022
BAB I
PENGERTIAN, RUANG LINGKUP, DAN MANFAAT MEMPELAJARI
KOMUNIKASI ISLAM
Apa sebenarnya komunikasi sehingga seolah-olah semua permasalahan ujung-ujungnya dialamatkan kepadanya? lalu kenapa harus diembel-embeli dengan Islam dibelakangnya? apakah ada perbedaan yang signifikan antara komunikasi yang ada dengan Komunikasi Islam?
A. Definisi Komunikasi Islam
- Definisi Komunikasi
Istilah komunikasi berasal dari bahasa Inggris communication. Diantara arti komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda, atau tingkah laku.[1] Komunikasi juga diartikan sebagai cara untuk mengomunikasikan ide dengan pihak lain, baik dengan berbincang-bincang, berpidato, menulis, maupun melakukan korespondensi.[2]
Adapun dalam Kamus Bahasa Indonesia, komunikasi diartikan sebagai pengiriman dan penerimaan pesa atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Terjadinya hubungan kontak antara dua orang atau lebih juga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sudah disebut komunikasi.[3]
Dr. Halah al-Jamal mengatakan bahwa komunikasi adalah upaya manusia untuk menampilkan hubungan yang terbaik dengan pencipta-Nya, dengan dirinya, dan dengan sesama manusia.[4] Menurut definisi Halah, komuniaksi adalah hubungan terbaik. Definisi ini lebih menekankan pada kualitas komunikasi dan bentuk-bentuk komunikasi. Halah membagi komunikasi dengan Pencipta, komunikasi dengan diri sendiri, dan komunikasi dengan sesama manusia.
Stewar L. Tubbs dalam bukunya Human Communication merangkum arti komunikasi dengan mengatakan bahwa komunikasi secara luas didefinisikan sebagai “berbagi pengalaman”.[5]Berdasarkan paparan diatas penulis berpendapat bahwa komunikasi adalah proses berbagi dan nmembagi pengalaman dengan tujuan saling memengaruhi.
2. Definisi Islam
Kata Islam dalam buku al-Ta’rifat karya al-Jurjai diartikan sebagai kerendahan dan ketundukan terhadap apa yang dikabarkan oleh Rasulullah SAW.[6] Dengan makna bahasa seperti ini, kita bisa menagkap roh dari nul Islam secara keseluruhan, yaitu kedamaian dan keselamatan. Jalan yang mengantarkan kepada kedamaian dan keselamatan itu adalah ajaran Islam yang tertuang dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah Nabi Muhammad SAW.
Islam dalam arti kedamaian dan keselamatan inilah yang mewarnai seluruh dimensi ajaran Islam. Dengan semangat dan roh ini slogan Islam untuk menebar rahmat bagi seluruh alam bukan sekadar slogan, tapi roh yang melekat dengan nama Islam itu sendiri.
3. Makna Komunikasi Islam
Atas prinsip-prinsip Islam yang memiliki roh kedamaian, keramahan, dan keselamatan. Berdasarkan informasi dari Al-Qur’an dan As-Sunnah ditemukan bahwa komunikasi Islam adalah komunikasi yang berupaya untuk membangun hubungan dengan diri sendiri dengan Sang Pencipta, serta dengan sesama untuk menghadirkan kedamaian, keramahan, dan keselamatan buat diri dan lingkungan dengan cara tunduk dengan perintah Allah dan Rasul-Nya.
Kepedulian Islam dalam bidang ini tergambar dari banyaknya istilah yang terkait dengan komunikasi. Masing-masing istilah tersebut menjadi modal utama untuk menggali karakter Ilmu Komunikasi Islam.
B. Ruang Lingkup Kajian Komunikasi Islam
Objek kajian ilmu komunikasi Islam terdiri dari tiga paket kajian yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Tiga paket kajian itu adalah komunikasi manusia dengan Allah, komunikasi manusia dengan dirinya sendiri, dan komunikasi manusia dengan yang lain. Tiga bentuk komunikasi ini merupakan warisan dari ajaran agama secara universal.
C. Manfaat Mempelajari Ilmu Komunikasi Islam
Kehadiaran ilmu komunikasi Islam bertujuan untuk membimbing kaum Muslimin secara khusus dan manusia secara umum agar mampu membangun komunikasi kepada Pencipta mereka, dengan diri sendiri, serta dengan sesama berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Dengan panduan agama, maka komunikasi akan berjalan sesuai dengan alur yang ditentukan oleh Allah.
Komunikasi yang terjalin dengan prinsip komunikasi Islam akan menghadirkan kedamaian dan keselamatan, baik untuk diri komunikan maupun untuk masyarakat secara umum. Jika umat Islam melakukan komunikasi dengan nilai ikhlas untuk menjalin silaturahmi dan meningkatkan kualitas hubungan positif dengan sesama manusia, maka mereka tidak hanya mendapatkan keuntungan dunia, tetapi juga akan mendapatkan pahala akhirat.
[1] Webster’s New Collegiete Dictionary edisi tahun 1997
[2] The New American Webster Dictonary, hlm. 148, (New York: A signet Book)
[3] Kamus Besar Bahasa Indonesia (Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, 2008).
[4] Halah Abdul Al al-Jamal, Fann al-tawashul fi al-Islam, hlm. 11, Cet. 1, 2008.
[5] Stewart L. Tubbs-Sylvia Moss, Human Communication, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2001), hlm. 4, Cet.3.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar